Seni Budaya Semester 2



NILAI ESTETIS SENI MUSIK

Bermacam-macam karya seni musik lahir dan berkembang di negeri tercinta ini, mulai dari musik vokal dalam bentuk lagu yang berupa nyanyian, sampai pada musik instrumen yang ditimbulkan dari suara alat yang berupa instrumentalia, Semua karya musik itu memiliki nilai estetis. Nilai estetis musik dapat dirasakan dengan cara Mendengarkan musik: memperhatikan bunyi yang terdengar dalam dimensi waktu. Bernyanyi: merupakan alat bagi seseorang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Bermain musik: kegiatan bermusik dengan menggunakan alat-alat musik/instrumen.
Seni musik merupakan sebuah konfigurasi gagasan dan kekuatan yang kadangkala melampaui batas-batas realitas hidup yang ada. Hal tersebut karena melalui pernyataan rasa estetis dan gagasan itulah seni musik dapat dijadikan sebagai ciri identitas kebudayaan masyarakat pendukungnya.

A. Keindahan Unsur Melodi
Melodi adalah suatu rangkaian nada-nada, serta nada-nada dari melodi membentuk suatu ide musikal yang komplit. Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu.

B. Keindahan Unsur Harmoni
Harmoni atau paduan nada ialah bunyi gabungan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi rendahnya dan dibunyikan secara serentak. Harmoni adalah selaras, sepadan, bunyi serentak menurut harmoni, yaitu pengetahuan tentang hubungan nada-nada dalam akord, serta hubungan antara masing-masing akord.

C. Keindahan Unsur Bahasa
Seni musik adalah sebuah hasil karya yang di wujudkan dalam bentuk suara.

D. Keindahan Unsur Tempo dan Dinamik.
Dinamika dan tempo dalam seni musik adalah keras lembutnya suara yang dikeluarkan serta cepat dan lambatnya sebuah musik dimainkan.
Pengertian, Teknik dan Jenis-Jenis Contoh Karya Seni Rupa 2 Dimensi Beserta Keterangan Lengkapnya
Membahas tentang seni rupa tentulah sangat luas. Seni rupa sendiri bila ditinjau dari segi fungsinya dibagi atas karya seni rupa terapan dan seni rupa murni. Sedangkan bila ditinjau dari segi bentuknya, seni rupa dibagi atas karya seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi.

Pengertian, Teknik dan Jenis-Jenis Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi Beserta Penjelasan Lengkapnya


Pengertian Seni Rupa 2 Dimensi
Seni rupa 2 dimensi adalah sebuah karya seni rupa mempunyai batas dua sisi, yakni sisi panjang dan lebar. Karya seni rupa 2 dimensi tidak punya ruang karena tidak memiliki ketebalan atau ketinggian. Sehingga, hasil dari karya seni ini hanya dapat dinikmati dari satu sisi saja.


Teknik-Teknik Seni Rupa 2 Dimensi
Ternyata dalam proses pembuatannya, seni rupa 2 dimensi membutuhkan teknik-teknik khusus. Jika ingin melahirkan sebuah karya seni yang banyak disukai orang, maka kita harus memiliki keahlian khusus.

Berikut ini beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan seni rupa 2 dimensi:

1. Teknik Plakat
Teknik plakat ini paling sering dipakai untuk melukis. Teknik ini biasanya memakai cat poster, cat minyak akrelik yang digoreskan dengan tebal, sehingga menghasilkan warna yang padat dan pekat.



2. Teknik Kolase
Teknik kolase merupakan teknik melukis dengan cara memotong kertas yang kemudian ditempelkan pada sebuah objek tertentu, sehingga membentuk sebuah lukisan.

Teknik ini akan menghasilkan lukisan yang realis atau abstrak dari potongan kertas yang telah ditempelkan. Hasil karya seni rupa dari teknik ini biasanya sering disebut dengan mozaik.

3. Teknik Transparan
Teknik transparan merupakan teknik yang sering dipakai ketika menggambar atau melukis, biasanya memakai cat air, tetapi hanya sekedar digoreskan tipis-tipis saja, sehingga akan menghasilkan tekstur yang transparan.

4. Teknik 3M (Melipat, Menggunting dan Merekat)
Teknik ini adalah teknik manipulasi lembaran-lembaran kertas yang dirangkai dengan sedemikian rupa, sehingga membentuk sebuah bentuk karya seni 3 dimensi.

Contoh Seni Rupa 2 Dimensi
Contoh karya seni rupa 2 dimensi banyak sekali, berikut ini diantaranya yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari:

1. Seni Grafis
Pengertian, Teknik dan Jenis-Jenis Contoh Karya Seni Rupa 2 Dimensi Beserta Keterangannya Seni Grafis Fotografi
phinemo.com
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang dalam pembuatannya membutuhkan alat bantu. Karya seni ini juga cabang seni rupa yang menggunakan teknik cetak dan berbentuk 2 dimensi.

Salah satu contohnya adalah fotografi, dimana kita membutuhkan kamera untuk menghasilkan sebuah karya seni yang nantinya dapat dinikmati oleh banyak orang.



2. Lukisan
Pengertian, Teknik dan Jenis-Jenis Contoh Karya Seni Rupa 2 Dimensi Beserta Keterangannya Gambar Lukis / Lukisan
senirupasmasa.files.wordpress.com
Lukisan adalah karya seni rupa 2 dimensi pada sebuah permukaan seperti kanvas, dinding atau kertas. Proses pembuatannya dengan cara memulaskan cat dengan kuas lukis, pisau palet atau peralatan lainnya yang digunakan pada permukaan media tersebut.

Lukisan merupakan sebuah hasil karya seni yang dimana dalam pembuatannya membutuhkan keahlian khusus dan kreatifitas tinggi untuk menghasilkan karya seni yang nantinya dapat dinikmati oleh banyak orang.

3. Kaligrafi
Pengertian, Teknik dan Jenis-Jenis Contoh Karya Seni Rupa 2 Dimensi Beserta Keterangannya Kaligrafi
Kaligrafi adalah suatu seni artistik tulisan tangan bahasa arab. Dalam proses pembuatannya, kaligrafi merupakan salah satu bentuk utama ekspresi seni dalam konteks keagamaan dan juga berbagai jenis budaya Islam.
Konsep, Teknik, Simbol, Nilai Estetis dan Prosedur dalam Gerak Dasar Tari Tradisional
Judul lagu : Konsep, Teknik, Simbol, Nilai Estetis dan Prosedur dalam Gerak Dasar Tari Tradisional
5 Fakta Faisal Nasimuddin, Anak Konglomerat yang Dikabarkan Dekat dengan Luna MayaKonsep, Teknik, Simbol, Nilai Estetis dan Prosedur dalam Gerak Dasar Tari Tradisional


Selamat datang kembali di blog Artikel Pandai, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pelajaran Seni Budaya "Konsep, Teknik, Simbol, Nilai Estetis dan Prosedur dalam Gerak Dasar Tari Tradisional". Setiap tari memiliki gerak berbeda tetapi memiliki kesamaan yaitu memiliki tenaga, ruang dan waktu. Indonesia memiliki keragaman gerak tari yang berbeda antar suku. Untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasannya di bawah ini. Semoga bermanfaat.



Konsep, Teknik dan Prosedur Gerak Dasar Tari
1.Konsep dan Ragam Rerak Tari Daerah
        Konsep, Teknik, Simbol, Nilai Estetis dan Prosedur dalam Gerak Dasar Tari Tradisional-   Setiap daerah memiliki budaya dan selera yang berbeda - beda. Oleh karena itu, jika kita mengamati tariannya terdapat perbedaan bentuk gerak dan teknik memperagakannya .Ragam gerak tari kerakyatan banyak menggunakan imitataif dan ekspresif .Gerakannya menirukankegiatan dan emosi manusiasampai menirukan perangai bintang.

            Ragam gerak tari klasik banyak menggunakann gerak murni dan gerak ekspresif serta imitatif yang telah distilasi atau diperhalus .Tema gerakannya juga menirukan kegiatan manusia dan perangai hewan,tetapi geraknya sudah terpilih dan mempunyai nilai simbolik dengan patokan atau pola-polagerak yang sudah di tentukan .

          Ragam gerak tari kreasi baru merupakan paduan beberapa ragam gerak tradisional sehinnga menjadi bentuk baru.bentuk baru ini terasa lebih dinamis dan energik karena didukung oleh generasi muda dan di tata oleh koreografer yang kreatif.

           Untuk menjadikan rangkaian gerak tari,penari harus menguasai gerak dasar anggota tubuh sebagai sarana pengekspresian tari.gerak dasr suatu tari dari beberapa kelompok yaitu sebagai berikut.

a.Gerak Kaki
           Telapak kaki berperan penting dalam pelakasanaan sikap dan gerak kaki yang bisa menambah keindahan sikap gerak seluruh tubuh .Dasar sikap kaki yang utama adalah sebagai berikut.

Sikap telapak kaki rapat kembar.
Sikap telapak kaki rapat silang.
Sikap telapak kaki renggang silang.
Sikap telapak kaki rapat siku
Sikap telapak kaki renggang.
      
Sikap telapak telapak kaki yang tidak penuh dan banyak menghiasi gerak tari tradisional yaitu sebagai berikut.
Tumit terangkat (jinjit)
Menapak pada ujung kaki kembar .
Tekukan kaki,pada pergelangan ,lutut,dan pangkal paha.
b.Gerak Tangan
       Gerak tangan merupakan ciri yang menonjol dari seni tari dunia timur .pada dunia barat ,gerak tari lebih menonjolkan gerak kaki sebagai ekspresi ide tari.

c.Gerak Bahu dan Kepala
           Gerakan ini sangat berperan pada tarian tradisi ketimuran di samping menjadi pelengkap pada gerak yang dapat memperkuat suatu sikap atau gerak.

d. Gerak Mata
         Gerakan ini merupakan pelengkap dari sikap dan gerak kepala dalam mewujudkan keterpanaan pengungkapan bersama anggota badan lain.

e. Gerak Lambung
     Sikap dan gerak lambung mengesankan bentuk badan membesar.

2. Asal Gerak dan  Menyusun Gerak
      Gerak dapat diperoleh melalui ekplorasi atau penjelajahan. Eksplorasi merupakan proses berfikir, berimajinasi, merasakan, dan merespon objek yang diperoleh melalui pancaindra. Objek tersebut dapat berupa benda, alam, suara, dan rasa. Mengamati karya seni dapat menimbulkan imajinasi yang merangsang terjadinya respon gerak spontan. Adapun penjelajahan rasa, seperti panas, dingin, marah, senang dan sedih akan membantu pencarian gerak ekspresif. Gerak-gerak ini dapat kita himpun menjadi gerakan tari yang indah. Untuk mempermudah mencari dan merespons gerak, kita harus mengetahui tema dari tari tersebut.

       Tema merupakan gambaran awal gerak-gerak yang diperagakan, contohnya sebagai berikut.
Kepahlawanan, gerak yang muncul adalah gerak pencak silat, perang, bela diri, atau contoh kanuragan.
Kesedihan, gerak yang muncul adalah gerak permohonan.
Kegembiraan, gerak yang muncul adalah gerak sukacita, meloncat-loncat, melambai-lambai, melenggang, dan bergoyang.
Binatang, gerak yang muncul adalah menirukan tingkah laku binatang.
     Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah berkumpul, barulah dirangkai menjadi tarian.
Menyusun gerak yang baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap.

     Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari yaitu sebagai berikut.
Arah handap, menunjukan arah penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah, atau menunduk.
Arah gerak, menunjukan arah penari akan bergerak, membuat lingkaran, zigzag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral, dan sebaginya.
    Dalam menata tari  perlu diperhatikan level dan kepadatan yaitu sebagai berikut.
a. Level yaitu tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak.
Level tinggi    : berdiri
Level sedang  : membungkuk
Level rendah  : duduk
b. Kepadatan (Density)
      Penguasaan ruang oleh penari penting untuk tari kelompok. Penempatan atau formasi penari di atas pentas harus sedemikian rupa sehingga indah dan tidak tampak penuh. Penata tari yang baik juga memperhatikan  desain tari. Desain adalah garis yang terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui di lantai oleh para penari disebut desain bawah, misalnya garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral, dan lain-lain. Garis yang dilihat oleh penonton sebagai geakan penari di atas pentas adalah desain atas, contohnya loncatan, gerak payung, pita, dan lain-lain.
Merankai gerak agar indah dan menarik perlu adanya harmoni. Harmoni dapat dicapai bila koreografer memperhatikan atau memadukan gerak dengan hal-hal berikut.
Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerakan.
Pengusaan ruangan dengan desain atas, bawah, dan medium.
Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan sesuai dengan jumlah penari.
Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema.
Simbol dalam


Tari

   Kelahiaran  seni tari tidak bisa dilepaskan dari zamannya dan mencerminkan situasi, kondisi dan budaya saat itu. Seni tari sebagai bagian kesenian tidak terlepas dari simbol yang digunakan untuk mewujudkannya, bahkan hampir setiap kegiatan manusia selalu menggunakans simbol karena manusia merupakan animal simbolicum atau makhluk yang bermain dengan simbol-simbol. Selain itu, manusia adalah Homo estheticus, yaitu setiap manusia memiliki rasa indah meskipun keindahan tidak memiliki bentuk mutlak. Oleh karena itu, manusia selalu bermain dengan simbol yang sesui dengan pengalaman keindahannya masing-masing. Manusia dapat menggunakan akal budi dan pikirannya untuk memahami simbol dan menjadikannya sebuah sarana untuk merespon terhadap segala sesuatu yang dihadapi dalam hidupnya.

     Hubungan anatar simbol dan seni sangat erat karena biasanya berkaitan dengan pemujaan terhadap sesuatu atau yang sifatnya religius dan ini diwujudkan berupa tarian, patung, lukisan dan nyanyian dalam bentuk simbol-simbol. Simbol selalu mencerminkan sesuatu yang sedang dirasakan sang kreator yang sebelumnya memlui proses kreatif shingga orang lain yang melihat ataupun mendengarnya dapat merasakan hal yang sama.

Nilai Estetis dalam Gerak Tari

    Berbicara mengenai simbol akan berkaitan dengan estetika. Estetika diartikan indah. Pada awalnya estetika mencakup seluruh nilai seperti nilai seni, alam moral, dan intelektual. Perkembangan berikutnya, definisi estetika (keindahan) adalah kesatuan dari hubungan bentuk yang terdapat diantara kesadaran kita. Dengan demikian estetika bukan bagian dari kualitas atau peristiwa, melainkan cara kita menagkapnya atau mengacu pada selera. Simbol dan estetika tari dapat diamati  malalui wirama (irama), wiraga (keterampilan gerak), wirasa (rasa), serta unsur-unsur yang mendukungnya seperti musik.

       Hasil karya seni merupakan ungkapan perasaan yang dibentuk dari unsur-unsur yang dipadu menjadi satu kesatuan yang utuh untuk dapat dinikmati secara estetis. Seorang seniman mengomunikasikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk karya seni untuk dinikmati nilai-nilai keindahannya oleh para penikmat seni. Untuk memahami hasil keindahan karya seni, masing-masing memiliki tolak ukur atau kriteria tersendiri, misalnya pada karya surakarta nilai-nilai keindahan tari terangkum dalam hasta sawanda serta wiraga, wirama, dan wirasa. Adapun hasta sawanda berarti delapan , sa/esa artinya satu, wanda artinya  muka atau badan. Jadi hasta sawanda berarti delapan ketentuan normatif yang menjadi satu kesatuan untuk diterapkan bagi seorang penari agar membawakan suatu tarian dengan baik. Unsur-unsur pada hasta sawanda yaitu sebagai berikut.


Pacak   : Suatu norma atau ketentuan yang meliputi keseluruhan ekspresi gerak setiap tarian yang harus diterapkan dan diataati. Sebagai contoh dalam membawakan tokoh Srikandhi pacaknya berbeda dengan tokoh Shinta meskipun karakter tarinya sama-sama tari putri.
Pancat  : Pola kesinambungan antara motif gerak satu dan motif gerak lainnya yang dirangkai secara berurutan, serasi, dan menyatu.
Ulat      : Sikap pandangan, polatan, atau ekspresi wajah ketika menari supaya mencapai dramatik peran yang dibawakan, seperti ekspresi gembira, sedih, gelisah, dan sebagainya.
Lulut    : Hafal secara secara keseluruhan dengan insting sehingga gerakan-gerakan tarinya akan keluar dengan sendirinya tanpa harus mengingat atau menghafal.Wiled  : Kreatifitas yang menjadi ciri (gaya) setiap penari yang diterapkan saat melakukan gerakan tari.
Luwes   : Gerakan tari luwes dan enak dipandang yang biasanya dipengaruhi faktor pembawaan atau bakan seseorang.
Irama    : Ketukan-ketukan tertentu yang mengatur cepat-lambatnya gerakan tari. Penari harus dapat menepati irama, artinya tidak boleh mendahului ataupun ketinggalan dalam irama tersebut.
Gending : Seorang penari harus memahami dan mampu menerapkan bentuk-bentuk gending sebagai iringan tari serta dapat mengetahui saat jatuhnya ketuk, kenong, kempul, dan gong.


     Perhatikan contoh analisis simbol dan nilai estetis tari tradisional (tari payung) dari aspek secara keseluruhan mulai gerak, busana, iringan, hingga properti yang digunakan!
1. Deskripsi Tari Payung dari Sumatera Barat
      Tari payung merupakan tari klasik masyarakat Minang (Sumatera Barat) yang mengisahkan kasing sayang sepasang kekasih. Tari ini merupakan jenis tari pergaulan muda-mudi yang dilambangkan dengan payung yang melambangkan pelindung. Tarian ini dimainkan secara berpasangan, penari laki-laki menggunakan payung, sedangkan penari perempuan menggunakan selendang sebagai pelengkap. Tari ini biasanya ditarikan secara khusus pada upacara adat seperti pernikahan dan pada kegiatan tertentu, seperti pesta, perayaan tertentu, dan lain-lain.
2. Kostum Tari
    Kostum tari yang digunakan bervariasi sesuai dengan kebutuhan acara yang sedang dilaksanakan. Namun, pada umumnya menggunakan pakaian adat tradisional Sumatera BArat.
3. Ragam Gerak Tari
4. Iringan Tari
5. Simbol dan Makna Tari Payung

Komentar